Wednesday, June 24, 2009

Nggak Jadi Pindah Euyyy....


Hmmm ini mungkin postingan yang aneh ya, sebelumnya sudah bilang mau pindah rumah kok kali ini malahan balik lagi.... (haiyaaa...DP di rumah baru belum lunas ya mbak...:D)

Alasan utama rencana pindah dari Blogspot ke Wordpress adalah keamanan, capek rasanya menghadapi masalah ini. Katanya, Wordpress lebih tahan serangan virus...nyatanya...nggak juga tuh...baru beberapa hari open house ternyata saya secara tidak sengaja menemukan 'injected files' di blog wordpress...hiyyyy...

Sekarang saya memutuskan kembali ke Blogspot karena alasan:
1. Lebih nyaman, karena terbiasa dengan fitur2x di Blogspot... (memang susah meninggalkan 'comfort zone' yak...)
2. Lebih mudah mengkotak-katik kode html...mungkin karena itu Blogspot menjadi rentan terhadap gangguan

Sekarang saya memutuskan kembali ke Blogspot, semoga bisa kembali mengupdate blog secara reguler. Sementara itu, blog di Wordpress akan menjadi back-up. Buat masalah keamanan, mungkin masalahnya juga ada pada browser (hmmm...iya nggak seh?...*berpikir*). Opera atau Mozilla mungkin sedikit lebih aman dari Internet Explorer. Yahhhh....kalau dipikir2x, yang namanya dunia internet pasti banyak orang2x dan tangan2x jahil, tidak berbeda dengan dunia nyata...

Makasih buat teman2x yang masih mau berkunjung. Mohon maaf jika belum sempat blogwalking karena kesibukan.

Salam Manis
:D



Monday, June 8, 2009

Pindah Rumah



Akhirnya setelah sekian lama menimbang dan berpikir, saya memutuskan untuk pindah dari perumahan di Blogspot Raya Permai ke Wordpress Cita Lestari dengan segala kekurangan dan kelebihannya masing2x.

Alamat baru blog ini adalah: My Life, My Search, My Journey dengan link url di: http://sifelicity.wordpress.com/

Terima kasih untuk segala kebersamaan yang pernah ada di blogspot.

Salam manis selalu... :)



Wednesday, May 13, 2009

My Culture Shock: The Food


Salah satu ujian terberat bagi pendatang di negeri asing adalah ...MAKANAN... alias urusan perut.

...'Cobaan' semakin berat bagi imigran yang berasal dari...Indonesia

'Cobaan' semakin berat bagi imigran yang berasal dari negeri kaya ragam makanan lezat seperti Indonesia. Buat saya, untuk soal makanan, Indonesia memiliki aneka rasa dan bumbu yang unik dan nyaris tak ada duanya (mmmm, mungkin hanya mirip2x sedikit dengan beberapa masakan dari sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara). Setelah satu-dua hari di negeri orang, bukan hal aneh jika bayangan Rendang Padang, Sambel Tomat, Ayam Bakar, Ikan Pepes, Lalapan, Rujak Buah berseliweran di atas kepala sambil berkhayal sedang berada di kampung halaman.



Foto: Sorbet rasa Strawberry, Vanilla dan Coklat


Saya sendiri sempat merasa ragu2x untuk menetap di Oslo. Nyaris tidak ada restoran Indonesia di sini (restoran terdekat sudah gulung tikar beberapa tahun lalu), mencari rempah2x bumbu dapur dan sayuran seperti lengkuas, daun serai, kencur, terasi, daun jeruk seorang diri adalah sebuah perjuangan. Setelah sweeping di berbagai toko seperti toko imigran asal Turki, Lebanon, Sri Lanka, Pakistan, Vietnam dan negara lainnya, barulah yang dicari bermunculan satu persatu. Kini berbagai bahan seperti tamarind (asam), daun pandan, daun pisang, nangka, mangga muda hingga durian pun bisa ditemukan. Hasil cuci mata di toko imigran negara lain pun memperkaya khasanah ilmu 'perdapuran' saya :D

Foto: Ikan Røye, Labu yang dihaluskan, potongan Scampi (udang besar), dan saus Daun Bawang


'Cobaan' juga dialami saat mengikuti acara makan bersama, baik di rumah atau di restoran. Makanan aneh2x dan kombinasi yang tak terpikirkan oleh orang Indonesia pun muncul seperti Sup Tomat dan Alpukat (tidak pernah terpikir bahwa Alpukat bisa menjadi sup) dan Sup Kaldu Ayam yang lebih mirip teh kaldu. Reaksi pertama saya saat mencicipinya adalah:(loh kokkkk... kaldu diminum???...) :D

Foto: Minuman Kaldu Ayam


Foto: Kerang Biru di atas taburan garam laut dan rempah2x


Foto: Asparagus, kecambah, krim susu plus telur ikan.


Gambaran tentang 'Sup' di Indonesia yang berisi potongan sayur-mayur serta daging pun berbeda dengan 'Sup' di sini. Tak jarang 'Sup' yang disajikan hanya berupa cairan atau saus karena bahan utama sup sudah dihaluskan dan dicampur bersama bumbu2x.

Foto: Sup Kerang yang dimakan bersama roti


Foto: Sup Tomat plus Alpukat dan taburan Roti Kering (hmmm, mana Alpukatnya?...)


Contoh makanan2x 'aneh' buat saya adalah Sup Bawang (yang hanya terdiri dari Bawang... Iyalahhhh, memangnya ada Sup Bawang rasa Duren?... ); Bubur Bawang Putih (duh, nggak tahan mencium baunya...), dan.... keju.

Foto: Bawang putih dihaluskan, caviar (telur ikan) dan keripik kentang


Salah satu kebiasaan di Norwegia --khususnya di acara makan formal-- adalah menyediakan berbagai jenis keju yang dimakan dengan biskuit atau roti khas yang pipih, plus pelengkap seperti buah anggur, paprika dll. Keju yang disajikan di sela2x makanan utama dan penutup ini terdiri dari beragam rasa, warna, asal serta proses pengolahan.

Foto: Keju dari Italia, Perancis, Norwegia, Jerman dan Buah Aprikot


Foto: Ice Cream dan pudding yang disajikan sebelum dessert (makanan penutup)


Tak jarang saya dihadapkan pada situasi dimana tuan rumah mempersilakan para tamu untuk menyantap makanan dan berkata sopan : "Silakan dimakan... Jangan malu2x..."... Reaksi saya adalah: (dalam hati): "Duh, apa yang bisa dimakan ya... huhuhu :(

Foto: Daging domba, krim asam, kentang yang dihaluskan (mashed potatoes) dan tumis sayur


Foto: Telur setengah matang, Ikan Salmon, dan Salad Sayur plus krim susu


Foto: Ikan Salmon dan asparagus


Untunglah di antara makanan aneh bin ajaib yang dijumpai selama ini masih ada beberapa makanan yang agak normal bagi perut saya yang ber-deffault setting Indonesia, yakni aneka Es Krim, Sorbet, Cake dan Pudding (hehe... ini sih deffault setting pencinta dessert sejateh... :D)

Foto: Frozen Lemon Merengue Cake


Foto: Pudding rasa vanilla, Cocoa dan Sorbet Strawberry


Suka atau tidak suka, salah satu cara melepas kerinduan akan makanan tanah air adalah dengan memasak sendiri. Dampak positif bagi mantan anak kos yang tidak pintar memasak seperti saya adalah 'paksaan' untuk belajar memasak (lihat post Dinner for 9)

Pilihan yang ada:
(1) Memasak sendiri
(2) Menahan lapar
(3) Dompet megap2x di akhir bulan karena terlalu sering membeli makanan di luar

Oh, teganya... teganya... :(

Acara makan di luar --bahkan bagi pemukim asli-- adalah sebuah kemewahan. Sebagai salah satu kota termahal di dunia, acara makan malam untuk 3 orang dengan 4 menu (Pembuka, Utama, makanan antara dan Penutup) di sebuah restoran 'layak makan' di kota Oslo bisa mencapai harga 2000 NOK alias 3,2 juta Rupiah (glekkkk... *menelan ludah, menahan nafas dan mencari kalkulator*)

Foto: Risoles ala Brazil yang yummy


Foto: Sambal pelengkap Risoles yang lumayan 'nendang' buat perut orang Indonesia


Dan... toko sayur-mayur di kawasan imigran pun menjadi langganan pendatang seperti saya, khususnya toko Vietnam. Sementara restoran2x kecil yang menyediakan makanan Asia, Timur Tengah, Afrika, Latin Amerika dengan harga lebih 'bersahabat' pun menjadi selingan di waktu luang, khususnya saat lidah ingin merasakan makanan selain kentang, keju dan roti. Untuk acara makan di restoran yang cihuy, saya masih menunggu traktiran dari suami dan orang2x baik lain di sekeliling saya :D

Disclaimer: Gambar2x di atas adalah hasil bidikan pribadi. Makanan yang ada di dalamnya adalah hasil racikan koki di sejumlah restoran berbeda di Oslo.

Tuesday, April 21, 2009

Jodoh...Jodoh... Where are you?....



Banyak yang bilang kalau jodoh tidak perlu dicari... Namanya juga jodoh pasti akan bertemu atau dipertemukan mengikuti suratan takdir (destiny). Yang menjadi pertanyaan selanjutnya... Apa memang begitu?....

Reaksi teman2x yang menjomblo pun beraneka ragam, ada yang cuek dan tenang2x saja, ada yang sibuk kasak-kusuk kiri kanan depan belakang, hingga bertanya pada dukun. Jrenggggg....


Saat bertugas di Batticaloa, saya sempat takjub dengan cerita Dheva (bukan nama sebenarnya) seorang rekan organisasi lokal. Di suatu akhir pekan, saat asyik mengobrol santai di teras kamar kos tiba2x Dheva berkata dengan mimik serius...

Dheva: "Feli, tolong saya dong... Kalau ada temen kamu yang masih single ajak kenalan ya... Siapa tahu jodoh..."

Saya Yang Baik Hati dan Tidak Sombong (SYBHdTS) :D...berpikir sebentar...
" O, ya... Ada tuh, di kantor masih single. Kamu mau yang kayak gimana?

Dheva: "Nggak muluk2x yang penting perempuan baik2x dan siap nikah"

SYBHdTS:" Yakin cuma itu aja kriterianya?..." *menyelidik iseng*

Dheva:" Kalo bisa yang lumayan cantik, berpendidikan, bisa diajak diskusi, dari keluarga baik2x dan memiliki astrologi yang sesuai buat saya..."

SYBHdTS:(dalam hati) "Tuh kan... pasti berenteng deh kriterianya.... Standar banget yak: penampilan fisik, bibit, bebet, bobot....Tapi ada satu kriteria unik: ASTROLOGI. Hmmmm, kenapa konstelasi perbintangan nun jauh di atas sana juga terlibat????... "

"Maksud kamu apa dengan astrologi? Apa ini terkait dengan rasi bintang seperti Aquarius, Cancer, Gemini, Virgo, Leo begitu?" (cuma ini yang saya tahu untuk urusan astrologi, harap maklum... saya bukan dukun, hehe:D)

Dheva:"Iya, dulu waktu saya lahir saya dibawa ke orang pintar dan diramal. Dalam kepercayaan yang kami anut lahir, mati, jodoh, nasib, peruntungan, kesialan, semua sudah digariskan. Konstelasi bintang, bulan, matahari, jam, hari, tanggal tahun kelahiran menggambarkan jalan hidup kita ke depan... Buat jodoh, saya diramal bakalan merit dengan seorang perempuan dari tempat jauh tapi dekat..."

SYBHdTS:(dalam hati) "Hmmmm, sampai sedetil itukah?... GLEKKKK... Apa coba maksudnya? Jauh tapi dekat... Yang ada juga jauh di mata dekat di hati, bukan begitu? :D"



"Maksud kamu apa 'jauh tapi dekat'?..." *penasaran*

Dheva:" Iya si perempuan berasal dari daerah lain, tapi dia tinggal di dekat saya, bukan penduduk asli gitu..."

SYBHdTS:" Ehm, bukan saya kan?... Saya bukan penduduk asli loh..." * iseng bertanya tapi ngeri, T mau ditaruh dimana coba????... ge-er mode: on .*

Dheva:"Nggak lah. Harus yang satu keyakinan dengan saya dan memiliki kartu astrologi yang cocok. Nanti saya tunjukkan kartu hasil ramalan saya deh ke kamu. Setiap anak --bahkan sejak bayi-- dalam kepercayaan saya punya kartu kayak begini"

SYBHdTS: (dalam hati) "Wessss, ada kartu ramalan segala.... Yang saya tahu selama ini cuma Kartu Menuju Sehat (KMS) buat bayi untuk dibawa saat cek rutin di Posyandu.... (mantan tetangga bu bidan sehhh... :D.)

"Iya deh nanti setiap saya ketemu calon potensial yang available dan satu keyakinan dengan kamu, yang pertama saya minta pasti fotokopi kartu ramalan dia untuk dicocokkan dengan punya kamu..."

DAN... waktu pun berlalu....



Kesibukan pekerjaan dan situasi konflik membuat kami jarang bertemu sebelum akhirnya berpisah dan kehilangan kontak.

Beberapa bulan lalu, saat kumpul2x dan ngobrol bersama, Øyvind seorang rekan asal Norwegia yang bekerja di Mozambique tak sengaja bercerita tentang sebuah ajang pelatihan di Kenya yang melibatkan sejumlah peserta dari berbagai negara, termasuk salah satu deskripsi yang familiar: yup... Dheva!.... What a small world!

Dari Øyvind, saya tahu bahwa Dheva sudah menikah dengan gadis tetangga kos yang berasal dari tempat jauh (beda distrik). Mendengar kabar ini saya hanya bisa berbahagia dari jauh untuk Dheva dan mendoakan yang terbaik baginya. Hmmm. akhirnya Dheva menemukan jodohnya: perempuan dari tempat jauh, tapi dekat...

JADIIIII.....

... dari pertanyaan apakah faktor yang menentukan untuk menemukan jodoh, soulmate, belahan jiwa atau belahan hati?
a. Nasib atau suratan takdir
b. Keberuntungan
c. Perjuangan dan kerja keras
d. Kombinasi ke-4 hal di atas

Jawabannya: terserah anda... :D

Hmmmm, buat saya menemukan jodoh yang dinanti dan dicari, satu orang dari sekian milyar manusia di bumi (ehm, bener nggak sih jodoh kita cuma satu?... *berpikir*), bagaikan mencari jarum dalam tumpukan jerami alias gampang-gampang-susah dan susah-susah-gampang... Nah loh, balik ke nasib lagi deh...

Thursday, April 9, 2009

Kata dan Tanda Penuh Makna



Catatan: Phewww, akhirnya bisa posting lagi setelah hampir sebulan menelantarkan blog. Banyak sekali yang mau dituangkan dalam cerita. Makasih ya buat teman2x yang masih bersedia mampir dan melongok ke sini. Miss you all ! Hugs. :D

Saat berada di ruang publik, entah di jalan, di kampus, gedung kesenian, ruang pameran, di dalam trem, di halte bus, stasiun kereta dll banyak kata, gambar dan tanda penuh makna yang kita jumpai. Postingan berikut adalah sebagian kecil dari kata dan tanda tersebut yang unik dan sarat berjuta makna. Selamat menikmati!...

Foto: 'Look, Mr'... Waduh, jangan galak2x dung!


Foto: T: Sebutkan nama2x hari!
J: Hari Jum'at, Jum'at, Jum'at, Jum'at, Jum'at, Jum'at, Jum'at...


Foto:'Dilarang memakai sepatu boots dan sejenisnya'... Hmmm, pake sendal teplek, sendal jepit dan bakiak boleh dong...


Foto: 'sayacintakamusayabencikamu' Duh, yang konsisten dikit napa???...


Foto: 'Duka Home' = Rumah Duka???? Yang pasti perusahaan interior ybs harus ganti nama saat buka usaha di Indonesia untuk mengurangi kebingungan para konsumen.


Foto: Hati2x saat berkendara, anda memasuki kawasan perumahan, daerah padat, banyak anak kecil bermain dan orang di jalan...


Foto: Bukan daerah perumahan, bukan daerah padat, tidak ada anak kecil dan orang di jalan... Hmmm, boleh ngebut dong?....


Foto: 'Kami adalah kamu'... Kok bisa????...


Foto: 'Oh My Guild!'... Terjemahan bebas: 'Omaigottt....'


Foto: Bentar...bentar... cek kamus dulu. Kalau 'matahari terbenam' = 'sunset'. Hmmmm... trus 'Sun Set' yang ini pasti temennya si 'Moon set', ya kan???... :D


Foto: 'Orang Skotlandia yang bisa terbang'... Wessss, sakti benerrrr...


Foto: 'Jangan Diganggu'... Kalau ini sih biasa...


Foto: 'Silakan Diganggu'... Nah loh, yakin neh?...


Foto: 'Nude Bathing Allowed', alias: 'Boleh Mandi Telanjang'... Lah iyalahhhh... masa mandi pake baju... Ehm, di sini saya cuma numpang lewat lohhh... :D


Tuesday, March 10, 2009

Godaan Cinta: "Kalau Kamu Mau..."



Bagi yang pernah merasakan jatuh cinta, pasti pernah pula mengalami godaan cinta, baik sebagai pihak penggoda atau yang digoda. Saat menjalani LDR (long distance relationship alias hubungan jarak jauh) Lund/Oslo- Sri Lanka banyak sekali godaan yang saya hadapi.

Batticaloa, Oktober 2006


...acara flirting mem-flirting alias lirik-lirikan ...tidak bisa dihindarkan...


'Semua yang bekerja di sini adalah single!' Itulah kalimat yang diucapkan seorang rekan -entah dengan maksud bercanda atau serius- saat saya tiba untuk pertama kalinya di Batticaloa. Keterbatasan hiburan, tingkat stress tinggi dari kondisi konflik dan pekerjaan, komunikasi dengan pasangan nun jauh di sana yang sulit membuat acara 'flirting- mem-flirting' (hehe, pemaksaan bahasa) alias lirik-lirikan antar lawan jenis (atau sesama jenis, who knows?) tak bisa dihindarkan. Godaan pun bisa melalui jalur lambat atau jalur cepat, cara halus maupun cara blak-blakan.



"Kalau kamu mau, kita bisa bercinta bersama sekarang..."

Diawali dari obrolan ringan antara Dheva, Kirun, Anis (rekan lokal dari Colombo) Matteo (kolega asal Italia) dan saya di beranda rumah sewaan Matteo yang cukup besar menghadap danau. Sebagai perempuan satu2xnya, tidak tahan asap rokok dan tidak minum bir seperti yang lain, saya mencoba menjaga jarak dan sesekali menjauh untuk menghirup udara segar. Setelah rekan lokal kembali ke kamar, tinggalah saya dan Matteo berdua.

Suara bedebam-bedebum meriam terdengar di kejauhan diikuti getaran kaca2x jendela. Percakapan berlangsung berjam2x dimulai dari masalah pekerjaan, hingga masuk ke topik pasangan masing2x. Status Matteo, -berdasarkan pengakuannya- sedang kosong alias available. Sang pacar memilih untuk memutuskan hubungan saat Matteo memilih berkarir di negeri antah-berantah, mengakhiri profesinya sebagai pengacara muda. Saya sendiri berterus terang sudah memiliki pasangan dan tidak berniat mencari yang lain.

Foto: Pasangan muda-mudi yang sedang berdua di balik payung. Pemandangan yang banyak ditemui di kawasa pantai Galle, Sri Lanka bagian selatan. Ada apa di balik payung?.... Gelapppp ahhh...



Entah bagaimana, Matteo kemudian mengungkapkan 'falsafah' hidupnya bahwa ia bisa bercinta dengan siapa saja, kapan saja, dimana saja asalkan ada prinsip mau sama mau dan persetujuan bersama. Tak lama kemudian.... meluncurlah kalimat maut tersebut: "Kalau kamu mau, kita bisa bercinta bersama sekarang... Di kamar saya..."

SERRRRRR...

Terkejut dengan pernyataan 'polos' Matteo, saya hanya tersenyum dan menolak dengan halus sambil menjelaskan pandangan hidup saya yang jelas berbeda.

Dan...sebelum tidur malam itu di kamar yang tak jauh dari kamar Matteo, tak lupa saya mengecek pintu serta jendela berkali2x, memastikan bahwa semua terkunci rapat...

******************************

"Kalau kamu mau, kamu bisa tidur bersama saya..."

Godaan serupa datang dari Stefan (bukan nama sebenarnya). Situasi kota yang kian genting membuat saya tak punya pilihan selain mengungsi ke tempat yang lebih aman. Jalur HP dan koneksi internet telah terputus selama beberapa minggu, sementara hotel kecil tempat tinggal saya sangat tidak aman. Atas sepengetahuan T yang dengan susah payah bisa dihubungi via wartel, satu2xnya tempat memungkinkan adalah tinggal di rumah sewaan Stefan, tetangga sesama expat terdekat yang sekaligus penanggung-jawab keamanan para staff internasional di kantor.

Hanya ada saya, Stefan dan seorang satpam di rumah berukuran sedang dengan dua kamar tidur itu. Usai makan malam dan ngobrol ngalor-ngidul selama hampir dua jam, kami pun bersiap untuk beristirahat di kamar. Secara bergantian kami memakai kamar mandi untuk membersihkan diri.

Dan, tibalah waktunya untuk basa-basi "good night, sleep well... bla...bla...". Stefan terkejut ketika saya mengunci kamar tidur yang bersebelahan dengan kamarnya. Ia pun mengetuk pintu dan bertanya:

Stefan: "Kenapa kamu mengunci pintu?..."
Saya: "Kenapa nggak?... Buat jaga2x aja... supaya tidak ada orang yang tak diinginkan masuk"
Stefan:" Orang yang tak diinginkan?... Maksud kamu termasuk saya begitu?"
Saya: "Mmmm, dalam hal ini iya..."

Stefan hanya tersenyum. Saya pun kembali menutup dan mengunci pintu serta merebahkan diri dengan lampu menyala karena tidak berani tidur seorang diri dalam keadaan gelap gulita.

Tak lama kemudian...
TOK...TOK...TOK...

Stefan: "Kenapa lampu kamar menyala?... Kamu masih belum tidur?"
Saya: "Saya memang selalu tidur dengan lampu menyala. Nggak berani tidur sendiri kalau gelap gulita sejak kecil. Memang kenapa?"
Stefan:" Ah nggak, aneh aja. Jarang2x ada orang tidur dengan lampu menyala kayak kamu"
Saya: "Yah, ada loh orang kayak saya. Ini buktinya, hehe :D"

Entah apakah situasi, kondisi atau kata2x saya yang dianggap mengundang (???) atau memang niat, Stefan pun berkata:

Stefan: "Kalau kamu mau, kamu bisa tidur bersama saya di kamar... You are very welcome..."

Perasaan saya saat itu:
1. Berasa deja-vu dengan pengalaman bersama Matteo.
2. Heran, kenapa godaan serupa selalu dimulai dengan kata "Kalau kamu mau..."
3. Mencoba berintropeksi apakah ada bagian dari penampakan, perkataan atau tindakan saya yang menggoda. Saat itu saya berpakaian lengkap dengan celana training dan baju longgar, jauh dari kesan menggoda.



Dalam hati terlintas percakapan dengan diri sendiri:

Saya: "Hmmm, jika menerima tawaran ini, saya akan bisa tidur nyenyak tanpa rasa was2x... Cuma tidur bareng kan, nggak ngapa2xin ini..."* naif mode on*

TAPIIII... EITTTSSSS.....
'Cuma' tidur bareng... dalam pemahaman Stefan mungkin memiliki arti lain dari penangkapan saya. Dua orang dewasa, tanpa pasangan masing2x, tidur bersama dalam satu kamar, di atas tempat tidur yang sama... Kemungkinan2x apa saja yang mungkin terjadi?

1. Tidur sebelah-menyebelah tanpa 'aktivitas ekstra'
2. Tidur sebelah-menyebelah dengan 'aktivitas ekstra' lain. Tebakan saya, mulai dari ngobrol, lalu mulai saling pegang2xan ... selanjutnya????... *censored*

Setelah beberapa saat tenggelam dalam dialog dengan diri sendiri...

Saya: "No, thank you. Nggak apa2x saya tidur sendiri. Saya bisa tidur dengan cahaya lilin kalau kamu masih merasa aneh."

Dan,... malam itu saya pun tidur ditemani dua cahaya lilin. Di tengah malam, kami terbangun mendengar dering telepon rumah. Sebelum mengungsi ke rumah Stefan, saya memberikan nomor telepon landline rumah ini.

T: "Apakah kamu di sana baik2x saja?..."
Saya:" Yes, dear... Semua baik2x saja..."

Mendengar suara T seperti mendapat siraman air di padang pasir. Ada rasa lega di sana saat saya masih bisa menjaga janji dan komitmen cinta pada T. Saya pun belajar bahwa jika kita betul2x mencintai seseorang, maka kita akan selalu berusaha menjaga agar cinta itu agar tetap utuh dan tak ternoda (ehm...:D)

Foto: Tidak menerima godaan untuk berbuat yang tidak bertanggung-jawab dan sejenisnya. Jika ingin menggoda, godalah saya dengan coklat, apple cake, wafel, buntil, botok, mie pangsit, Soto Mie atau Rendang Padang. LOH KOKKKK????...... (hehe... ini sih lagi laper...)




Moral of the story:

1. Membohongi pasangan mungkin bisa dilakukan, tetapi ada dua yang tidak akan pernah bisa dibohongi: diri sendiri dan Tuhan;

2. Daripada dikejar2x rasa bersalah, lebih baik hindari bermain dengan api. Jangan menggoda, digoda, atau tergoda jika sudah mempunyai pasangan;

3. Hati2x dengan kalimat godaan yang diawali dengan kata2x: "Kalau kamu mau...". Jika diiyakan, kalimat maut ini mengimplikasikan 'consent' atau persetujuan dari pihak yang menjadi sasaran. Dalam hukum, persetujuan dari korban bisa dijadikan alibi atau pembelaan diri dari si pelaku bahwa kejahatan -khususnya di ranah seksual- dilakukan atas dasar suka sama suka. Ingat, Sex without consent is a crime!;

4. Jangan takut untuk berkata: TIDAK, dan menolak tawaran atau godaan yang bertentangan dengan prinsip hidup kita. Jadilah diri sendiri, dimanapun dan kapanpun;

5. Bagi yang sedang menjalani LDR, menjaga kepercayaan dan cinta perlu perjuangan ekstra. Namun, ada kepuasan tersendiri jika berhasil mengatasi tantangan ini. All the best! :D

Monday, March 9, 2009

Tes...Tes...

TES...TES... Satu...Dua... Tiga...

Setelah sekian lama berencana, akhirnya... bisa juga meng-upload video ke youtube untuk di-share di blog (yihaaaa... *jingkrak2x*)

Berhubung masih pemula, saya minta maaf jika kualitas gambar yang ada belum maksimal. Saya pun masih harus belajar meng-add suara ke video (kalau ada yang tahu trik-nya tolong kasih bocoran info yak... plissss... )

Video: T sedang kerja bakti...



Video di atas diambil dengan kamera digital biasa saat akhir pekan kemarin di kawasan pegunungan, Valdres-Norwegia bersama T dan T senior. Sayang, cuaca yang ada kurang mendukung untuk ber-ski, hujan salju disertai angin membuat kami tak punya banyak pilihan beraktivitas di alam terbuka. Salah satu kegiatan yang memungkinkan dalam cuaca seperti ini adalah membersihkan atap kabin dari salju yang rutin dilakukan setiap musim dingin.

Berat salju bisa mencapai puluhan hingga ratusan kilo (jika ditotal). Karenanya, atap kabin atau rumah harus dibersihkan agar tidak menanggung beban terlalu berat dan merusak konstruksi. 'Bonus' lain dari salju yang berlimpah ini adalah kesempatan untuk bermain2x, salto, meluncur, meloncat dan sejenisnya dari atap. Jika ada anak kecil, gua, boneka salju dan terowongan es pun menjadi hiburan.

Semoga dengan fasilitas tambahan ini, informasi atau kisah yang ditulis dalam postingan bisa lebih 'hidup'.

Hmmmm, jadi semangat lagi untuk mengabadikan momen2x menarik yang bakal dijumpai. Uhuyyy...!!! :)